oleh

Berkas Kasus JE Bos SPI Lengkap Dan  P21, Komnas Perlindungan Anak Minta Segera dikurung

Aris Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak.

Jakarta-Bos Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Julianto Ekaputra memasuki babak baru.

Setelah gugatan praperadilannya atas statusnya sebagai tersangka yang ditetapkan oleh Polda Jawa Timur, oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Senin (24/1/2022) diputuskan tidak bisa diterima alias di tolak lantaran kurang pihak (tidak melibatkan Kejati – red).

Kemudian Senin (31/1/2022) kasus JE telah dinyatakan lengkap (P21) dan sudah diserahkan kepada Kejari Batu Malang untuk dilakukan penuntutan.

Dengan demikian dan lajimnya, setelah Kejati Jawa Timur menetapkan berkas perkara Julianto Ekaputro lengkap dan P21, maka bos SPI itu secara fisik segera diserahkan penyidik kepada Kejari untuk ditahan dan dikurung dan menjadi tahanan Kejaksaan, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media melalui siaran persnya di Jakarta setelah mendengar penetapan kasus JE P21 tahap dua Senin 31/1/2022.

Suasana Sidang Praperadilan di PN Surabaya.

Dengan demikian gugatan praperadilan kedua yang didaftarkan pengacara JE ke PN Surabaya Selasa (25/1/2022) dengan sendirinya gugur alias harus ditolak PN Surabaya,” tutur Arist.

“Konsentrasi saya sekarang adalah mengawal dan memastikan agar Julianto Ekoputro tidak melarikan diri dan secara fisik segera diserahkan kepada Kejari menjadi tahanan kejaksaan”, jelas Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam siaran persnya, Rabu (2/2/2022)

Sementara itu, Kejati Jawa Timur menyatakan berkas kasus kekerasan seksual di SMA SPI Batu Malang, Jawa Timur dinyatakan lengkap alias P21 dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batu Malang.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jawa Timur, Fathur Rohman membenarkan berkas Julianto telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Batu pada 31 Januari 2022.

“Sidang kasus Julianto akan dilaksanakan sesuai tempat kejadiaan. Karena Kota Batu belum memiliki pengadilan, maka sidang akan dilakukan di Pengadilan Negeri Malang,” ungkapnya.

“Tersangka saat ini belum dilimpahkan Ke PN karena masih pembuatan surat dakwaan,” jelasnya (art)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed