oleh

Penyaluran Manfaat BST Pulihkan Ekonomi Indonesia

Acara Talkshow

Batam (KEPRI)-Talkshow yang dilaksanakan di Kantor studio RRI Batam terkait sosialisasi manfaat dan penyaluran BST kepada masyarakat Jumat 06 November 2020 kemarin.

Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Batam H Zulkaf Hambali, SKM mengatakan peluncuran BST ini dimulai dari bulan April, Mei dan Juni, Peserta Keluarga manfaat (PKM) yang mendapatkan BST yaitu Data Terpadu Kesesejahtra Sosial (DTKS) dan non DTKS jumlah di Batam 25.581, syarat untuk mendapatkan BST adalah KPM yang sudah masuk kedalam DTKS maupun non DTKS karena di DTKS itu ada penerima bantuan PKH, PMT dan BST.

Diluar itu, kata Zulkaf Hambali, pemerintah juga membuka kran sesuai dengan kuota di Kota Batam. Perbedaan antara BST dan BLT kalau BST adalah program pemerintah pusat yang dianggarkan melalui kementrian sosial untuk Masyarakat pra-sejahtra dan masyarakat miskin, sedangkan BLT adalah bantuan pemerintah untuk usaha menengah dan usaha kecil lewat menteri Koperasi dan UKM. Tujuan BST adalah menambah nilai jual beli untuk belanja bahan pokok masyarakat.

Kepala cabang PT. Kantor Pos Batam, Masni Gardenia Augusta, SE mengatakan BST dimulai pada minggu ke-3 bulan Mei penerima BST per/dua bulan dibayar dibulan Juni. untuk pembagian ditahap ke-7 ini dialokasikan sebanyak 22.301 KPM, kami juga turun kebeberapa pulau untuk membantu masyarakat yang miskin dan yang sakit.

Kami juga mengecek data kedinas sosial mana yang kita temukan data yang dobel maka datanya kita keluarkan dan kita laporkan ke pusat berikutnya akan ada penambahan lagi berdasarkan koordinasi dengan dinas sosial. Adanya BST ini ekonomi masyarakat bisa bergerak semacam Multi player efek ujar kepala kantor pos Batam.

Hasil Kordinasi dengan dinas sosial kami juga melibatkan Tenaga kerja kesehatan kecamatan (TKSK) dan laporan kepada Sekda dan walikota diminta untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga kami membuat tujuh belas titik penerima BST di Batam, tadinya hanya satu titik yang pusatnya ada di Batam Center akan tetapi karena kita semua Wajib mengikuti protokol kesehatan maka kami menambahkan 15 titik lagi yang tersebar diseluruh Kota Batam tutup kepala kantor pos Batam.

Ketua DPD GMNI kepri Bung Husnul. H Mahubessy mengatakan kurangnya sosialisasi pemerintah kepada masyarakat terkait Bantuan Sosial Tunai (BST) sehingga masyarakat juga kurang mengetahui informasi apalagi daerah Kepri adalah daerah kepulauan yang memiliki banyak pulau sehingga sosialisasi pemerintah sangat penting lewat media online maupun media cetak.

Lanjut Husnul. H Mahubessy kami masyarakat dan mahasiswa sangat memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah memberikan BST kepada masyarakat, karena munculnya covid-19 ekonomi di Indonesia sangat menurun cukup signifikan oleh sebab itu adanya BST ini sangat membantu masyarakat.

Tutup Husnul kedepan pemerintah harus bekerja lebih optimal dalam melakukan sosialisasi dan survey lapangan dalam melihat kondisi masyarakat, baik masyarakat miskin maupun masyarakat yang terkena dampak covid-19, kami dari mahasiswa mendukung dan menjadi mitra kritisnya pemerintah dalam bekerja untuk Mensejahtrakan masyarakat, satu kata BLT untuk Rakyat optimalkan ekonomi Indonesia. (*/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed